KKN Happy !
Bagi
mahasiswa semester akhir KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan bentuk kegiatan
pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa. Kalian yang masih kuliah, pasti
diwajibkan mengikuti KKN di desa tertentu untuk membantu kegiatan apapun disana.
Setiap pembagian kelompok, mahasiswa bisa menyelesaikan program kerja selama
dua bulan. Siapa bilang KKN itu membosankan? Sepertinya kalian harus menyimak
dulu cerita beriku ini.
Aku
masuk menjadi anggota kelompok 99 bersama temen-temen dengan latar belakang
jurusan yang berbeda terdiri dari delapan orang. Dengan orang-orang yang
istimewa setiap harinya ada saja lelucon yang mereka buat, entah itu kumpul
makan, diskusi, dan lainnya. Kami
ditugaskan di dusun Gondang, Kabupaten Magelang. Dengan senang hati, kami
tinggal di salah satu rumah warga yang tidak jauh dari Lereng Gunung Merapi dan
Masjid. Kami sering sholat berjamaah, membersihkan masjid tidak lupa juga
mengisi kultum bergantian dan tadarus bersama. Setiap pagi kami mengajar di
sekolah SD Negeri Paten 1 SD Negeri Paten 2 dan mengisi piket di kelurahan
sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Ada lagi selain itu, posko kami
membuka bimbingan belajar bagi siswa- siswi yang mengalami kesulitan dalam
mengerjakan tugas sekolah. Pastinya ini mempermudah adek-adek untuk bisa
menyelesaikan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru. Sore hari setelah ashar,
kami mengajar TPQ. Meskipun TPQ sempat vacum, tetapi bukan berarti rasa
semangat mengaji para santri hilang. Hal ini yang membuat kami salut. Sungguh
antusias mereka buat mengikuti mengaji dan lomba dusun maupun kelurahan bagi
TPQ sangat luar biasa. Adapun lomba-lomba yang kami selenggarakan adalah
hafalan doa-doa sehari-hari, adzan, mewarnai kaligrafi, murotal dan dai.
Tidak
hanya itu, kamipun pernah berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon di
Bukit Cemoro Merapi. Menghadiri acara kelompok tani di Jogja dan reakreasi
bersama warga Gondang. Kebaikan juga keramahan mereka membuat kami larut dalam
suasana KKN yang menyenangkan. Apalagi saat free kami meluangkankan waktu buat
pergi ke Wisata Pasar Gunung Gono menikmati seni musik angklung serta kulineran
khas tradisional seperti dawet ayu, klepon dan sejenisnya. Para pedagang
menggunakan uang khusus yang dinamakan “dhono”. Sehingga di pasar ini, mata
uang rupiah terkesan tidak laku. Sebelum ditukar dengan dhono.

Komentar
Posting Komentar