Hijrah


Hijrah? Ya kata yang tak asing lagi kita dengar ditelinga. Hijrah adalah berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Lebih dari itu, hijrah untuk meninggalkan sesuatu menuju sesuatu. Diantaranya yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjalankan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya

Setiap orang memiliki awal perjalanan hijrah yang berbeda-beda. Termasuk dari perjalanan hijrah saya memutuskan untuk berjilbab bukan dari keterpaksaan, melainkan murni karena keinginan saya sendiri. Di dalam QS. Al Ahzab : 59 yang artinya Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min :"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Saya sedari kecil lahir di lingkungan agama Islam yang baik. Namun saya berjilbab mulai dari SMA kelas 1. Di hari pertama registrasi ulang, saya bertemu dengan teman lama. Di situ kondisi saya belum berjilbab, dia mengajakku untuk bersama-sama berjilbab. Saya pribadi, posisi saat itu belum siap seutuhnya untuk mengenakan jilbab. Masih banyak yang perlu dipertimbangkan termasuk kesiapan mental dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi setelah itu. Salah satunya, takut tidak bisa istiqomah. Diskusi singkat terjadi, dan akhirnya saya memantapkan pilihan sepakat dengan ajakan tersebut kemudian memesan seragam yang sesuai.

Setelah peristiwa registrasi ulang itu, saya memastikan kembali atas keputusan yang saya ambil.Terlintas dalam benak saya "Berniat untuk berjilbab emang udah ada, inikah waktu yang tepat?" Sambil memutar memori.

Hari-hari di sekolah, saya selalu mengenakan jilbab, baik dari berangkat sekolah sampai pulang sekolah. Tapi hal itu tidak selalu berlaku bagiku apabila keluar dari rumah selain ke sekolah. Terkadang walaupun saya tidak berjilbab saat diluar, saya menutup rambut saya dengan topi jaket.

Hingga disuatu hari saya pergi bersama adekku yang saat itu belum sama sekali menggenakan jilbab menegurku"Loh mbak kamu sekolah pake jilbab terus ini keluar-keluar gak pake?" Jleb, dari kata-kata itu saya mulai introspeksi diri. Perlahan-lahan saya perbaiki.

Dan ada kebahagiaan tersendiri, ketika adek saya mengikuti jejak saya hijrah untuk berjilbab :)

Iya itu tadi sekilas dari kisah saya, bagaimana dengan kalian?. Berjilbab bukan berarti orang yang harus paham atau mahir tentang ilmu agama Islam. Berjilbab itu identitas sebagai muslimah. Tidak ada salahnya, jika anda minim dalam hal pengetahuan Islam. Itu bisa dipelajari kedepan, tidak perlu diambil pusing. Karena Islam agama yang mudah. Dengan demikian juga kita tidak boleh menyepelekannya. Dan bagi kalian yang udah berjilbab teruslah menjadi muslimah yang taat.

Sumber gambar: www.depokpos.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo Menulis

Phobia Angkotan Umum. Why?

Balkon dan Jemuran